memories

dear diary,

02.02 aku mengetahui kenyataan pahit sepahit pahitnya.

saat itu, aku pikir duniaku akan berakhir..

kala itu, 2017 ternyata bukan momen yang paling menyakitkan

2 februari 2023 tercatat menjadi momen kehancuran hatiku & keluargaku

2 februari 2023, hari di mana dokter mata berkata "kamu belum bisa buat kacamata, karena mata kanannya sudah sangat parah rabun jauhnya, perlu diobati dulu"

tapi bukan itu yang membuatku hancur, malam itu pulang dari berobat, aku disambut rumah yang hening, mata merah adik kecilku yang terbangun tidur.

"atu kenapa baru pulang?"

"atu dedek nungguin atu"

setelah aku makan malam, minum obat, lalu menyuapi adikku makan, aku paham kondisi rumah tidak memungkinkan adikku tidur di sana.

aku bujuk dia, kami bercerita semalaman, mendengar cerita adikku tentang temannya, dan cerita lainnya.

sampai dia tertidur, namun mataku tak juga terpejam.

terdengar bising, gaduh, dan suara barang dilempar.

aku tau; keadaan tidak baik baik saja.

akankah aku lupa pedihnya malam itu? saat mengetahui kenyataan yang begitu mengguncang jiwa & raga.

seharian penuh menangis, mata sembab, dada sesak, tidak membuatku merasa baik baik saja.

keluargaku hancur.. mamahku begitu rapuhnya.

mamas yang menemani aku semalaman, mendengar ceritaku, menangis bersama, dan sangat khawatir melihat aku yang menelponnya dengan berderai air mata.

aku..

aku berusaha memaafkan, tapi tak bisa lupa.

amarah,

sesak,

kebingungan,

kecewa,

semua tidak bisaku lupa. hari itu dan seterusnya aku harus mengemban peran sebagai anak tertua, bersikap dewasa, dan memikul rasa sakit bersama.

aku.. tidak ingin ada kesedihan yang lain :)

Comments