time for break

cr : pinterest


..

aku berpikir

kita berdua butuh rehat

kamu ; intropeksi diri

aku ; menenangkan diri

begitupun sebaliknya..

hal yang paling ku takutkan malah bukan sebuah perpisahan

melainkan.. hubungan yang toxic

seandainya aku tetap bertahan dengan rasa lelahku

tetap bersikap seolah semua baik-baik saja

atau bersikap semua akan membaik

hati ku akan terus menerus terlatih

"jika lelah, biarkan. semua akan membaik"

aku tidak akan tau rasanya beristirahat sejenak

kita perlu rehat..

agar kamu tidak terus menerus melakukan kesalahan yang sama

manusia bisa berubah 

menjadi lebih baik atau lebih buruk

tergantung pilihan

dan di setiap pilihan jangan pernah lupakan

; ada dampak yang harus dirasakan

menjadi lebih baik ; merasakan kenikmatan

menjadi lebih buruk ; merasakan kesengsaraan

tergantung pilihan..


time for break

Rehat dalam suatu hubungan bukan kesempatan untuk memberikan ruangan orang ketiga yang akan menyusup atau menjadi celah untuk mengikis ikatan. Namun, kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya, menjadi lebih paham satu sama lain, membuat kita merasakan kekosongan itu menjadi penting ; "ah.. ternyata seperti ini jika dia tidak lagi di hidupku", membuat aku atau kamu merasakan penting sosok satu sama lain. Itulah harapan dari sebuah rehat dalam hubungan :)

Comments